Friday, June 15, 2012

Belacan Bintulu.

Rupanya Bintulu terkenal dengan belancannya.  Saya tidak tahu...
Bila participants bercerita dan bersungguh-sungguh promote kata sedap...malah menawar diri untuk tolong beli, sudah tentu saya menerimanya.


Baunya semerbak satu bilik...sudah terasa sedapnya sambal belacan saya nanti...heh..heh...(lagi buat tak sabar nak balik.)

Namun walau semerbak, belacan tetap berbau belacan.  Mana ada belacan berbau strawberi-kan?  Macamana nak pastikan baju satu beg tak berbau belacan?

Satu malam saya memerah daya kreativiti dan kemahiran membungkus...

(Sampai rumah nanti, harus kena dry cleaning semua blazer saya nih...)

4 comments:

Al-Manar said...

I wonder why you are in Bintulu. Forty five years ago I used to visit thsi one-horse town. In a hired plane we normally landed on a field before the building of proper airstrip. Thatr was many years before the birth of Petronas. That was the only way to get to Bintulu to perform my duty when the town was reachable only by water - long before the connecting road was constructed.

Asnija said...

Salam Pakcik,
Saya ada kerja sikit di Bintulu. And, Bintulu ni macam Pekan Minyak, suasana nampak tenang dan tak sibuk.. Di sini juga rupanya famous dgn cencalok, selama ni ingat belacan dan cencalok ni exclusive di Melaka saja. Great experience but still miss my family.

Nazayiena said...

As salam Asnija,
Memang Bintulu terkenal belacannya,rasa belacan bintulu x masin macam Melaka punya....

Asnija said...

Salam Nazayiena,
Terima kasih sudi singgah. Baru minggu lepas berkesempatan menumis sambal bilis dgn belacan bintulu. Baunya semerbak dan satu rumah terbersin...